Catatan Maret 2026

Tahun lalu saya menulis weeknotes untuk mendokumentasikan apa saja yang terjadi di minggu tersebut. Namun saya berhenti karena rasanya konten jadi redundan dan mengurangi waktu saya untuk menulis tentang hal lain. Karena itu, tahun ini saya coba untuk menulis secara bulanan saja.
Setelah bersusah payah melewati Ramadan yang hanya saya rasakan selama dua minggu—ya, halangan tahun ini cukup merepotkan—Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menikmati Idulfitri.
Sebelum Idulfitri, saya dapat rezeki untuk belanja kosmetik—yang sudah saya ceritakan di entri sebelumnya. Foto di atas adalah belanjaan yang saya dapat dan sekarang jadi stok makeup-skincare untuk setahun :D ditambah eye cream yang saya belikan untuk adik saya, jadi nggak ada fotonya di atas.
Idulfitri kali ini istimewa karena saya merayakannya di kampung halaman Ayah saya di Garut. Desember lalu mertua datang ke rumah saya di Cimahi, sehingga tahun ini saya bisa pulang kampung. Not exactly “pulang kampung” mengingat saya lahir dan besar di Bandung, namun di kota inilah Ayah saya dan saudara-saudara berada.

Sudah lima tahun sejak terakhir saya datang ke Garut saat Idulfitri. Saya punya banyak sepupu dan biasanya kami kumpul-kumpul, ada acara lengkap dengan games kecil-kecilan. Kemarin tidak semuanya berkumpul tapi sempat main games juga. Saya ketemu seluruh adik di waktu bersamaan (hal yang langka), sempat silaturahmi dan main ke kota (langka juga).
Pulang ke Bandung, ketemu lagi kucing-kucing yang kemarin dirawat cat sitter, langsung ke rumah keluarga Ibu yang tinggal di Bandung untuk silaturahmi. Sempat juga ajak nenek menginap di rumah, jalan tipis-tipis buat makan siang di luar. Bandung masih macet dengan para pelancong dan pemudik. Waiting list setengah jam; tapi saya senang kalau Bandung ramai, berarti roda ekonomi berputar.

Sebelum masuk kantor sempat halalbihalal dulu di rumah teman, ketemu dengan teman kantor lama. Ada satu yang sudah resign karena ikut suaminya ke Bekasi, jadi hari itu kami bertemu di rumah keluarganya. Kami main di rooftop yang banyak kucingnya. :D Setengah hari saja di sana, tapi efektif karena bisa ngobrol banyak sambil ngemil.
Ada jadwal WFA, jadi saya baru masuk kantor di hari kedua. Persiapan halalbihalal instansi yang memang dikelola unit saya setiap tahun. Pengunjungnya banyak banget. 1000 orang hadir dan yang salaman dengan rektor di depan mengular sampai belakang. Sejak saya masuk unit kerja yang tugasnya jadi EO acara-acara resmi kantor, saya udah ngga ikut salaman lagi 😁.

Nggak banyak yang bisa diceritakan karena bulan Maret terasa berlalu begitu cepat. Padahal libur lebaran juga lebih pendek dari biasanya. Tapi saya senang bisa ketemu dengan keluarga dan teman-teman. Semoga semuanya sehat, dan bisa bertemu lagi dengan Ramadan dan Idulfitri tahun depan.
Saya bahagia karena baterai sosial terisi (berbeda 180 derajat dengan suami yang baterai sosialnya habis). Sekarang waktunya kembali mengisi dompet dan mengisi agenda dengan deadline yang langsung datang setumpuk, karena persiapan waktunya kepotong seminggu libur Lebaran 😝
Untuk semua yang membaca, semoga liburannya menyenangkan juga. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat berkegiatan kembali!
